Pada 3 Oktober
2014 sekitar pukul 10.00 kami tiba di kampung betawi. Terlihat dari
lingkungan sekitar bahwa unsur 'betawi' sangat terlihat disana, seperti rumah
rumah penduduk, jajanan jajanan yang di jual di sekitar tempat wisata, kegiatan
yang dilakukan oleh masyarakat, serta aksen berbicara masyarakat yang ada
disana. Sungguh suasana yang berbeda jauh dengan keadaan di kota jakarta yang
sangat padat. Tampak jelas sepertinya daerah perkampungan betawi tidak terkena
unsur modernisasi, karena masih sangat tradisionalnya kehidupan masyarakat
disana. Namun seperti yang kita ketahui sekarang, masyarakat lebih senang
mengisi waktu libur mereka untuk pergi ke mall atau cafe, dari pada ke daerah
wisata seperti kampung betawi. Otomatis dimana daerah tersebut menjadi sepi dan
penghasilan para penjual semakin lama semakin menurun.
Kami pikir
perlu peran besar dari pemerintah disini. Dimana untuk mengelolah tempat wisata
betawi ini agar menarik untuk dikunjungi masyarakat, dan merawat warisan
warisan betawi yang ada di dalamnya agar tidak hilang dengan seiring
modernisasi berkembang.






:')
BalasHapus