Selasa, 23 September 2014

Pertemuan VI



Pertemuan VI
ETIKA&MORAL, FILSAFAT MANUSIA


ETIKA DAN MORAL

      Etika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (Akhlak).
      Arti Etika ada tiga, yaitu :
Ø  Etika sebagai ilmu
Ø  Etika sebagai kode etik
Ø  Etika sebagai sistem nilai 

      OBYEK MATERIAL yaitu  suatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran, suatu hal yang diselidiki, atau suatu hal yang dipelajari.

      OBYEK FORMAL ETIKA yaitu cara memandang atau meninjau yang dilakukan seorang peneliti/ ilmuwan terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya.

      ETIKA UMUM berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.

      ETIKA KHUSUS merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus
      ETIKA KHUSUS dibagi lagi menjadi dua bagian :
Ø  Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap             dirinya sendiri.
Ø   Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

      ALIRAN DALAM ETIKA:
Ø  Eudemonisme
Ø  Hedonisme
Ø  Egoisme
Ø  Utilitarianisme
Ø  Deontologisme
Ø  Etika situasi



FILSAFAT MANUSIA
      Filsafat manusia adalah Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia, menyoroti hakikat atau esensi manusia
      Metode Filsafat manusia adalah sebagai bagian dari filsafat, cara kerja filsafat manusia juga sama dengan filsafat pada umumnya. 

      Objek filsafat manusia:
Ø  Objek material: manusia.
Ø  Objek formal: esensi manusia, strukturnya yang fundamental.

      Datangnya pertanyaan mengenai manusia berasal dari beberapa faktor yaitu Kekaguman, Ketakjuban, Frustrasi, Delusi, dan juga Pengalaman negatif 

      Berikut ini adalah hal-hal yang dibahas dalam filsafat manusia antara lain, yaitu :
Ø  Mencari kekhasan manusia
Ø  Manusia sebagai “ada-di-dunia”
Ø  Evolusi
Ø  Antarsubyektivitas (sosialitas manusia)
Ø  Manusia sebagai eksistensi bertubuh
Ø  Transendensi
Ø  Manusia sebagai roh
Ø  Pengetahuan manusia
Ø  Kebebasan
Ø  Kesejarahan/historisitas
Ø  kebudayaan, sains dan teknologi
Ø  Dimensi antropologis dari pekerjaan
Ø  Manusia sebagai pribadi/persona
Ø  Kematian dan harapan

Sumber: Power point KBK Filsafat
By : Dian Margaret Saragih – (705140057)




Pertemuan V



Pertemuan V

SILOGISME, KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA), ETIKA DAN MORAL


SILOGISME

      Silogisme itu adalah suatu simpulan dimana dari dua putusan/premis-premis yang disimpulkan suatu putusan baru.

      Prinsip: bila premis benar, maka simpulannya benar.

      Dua macam silogisme: silogisme kategoris dan silogisme hipotetis.

Ø  Silogisme kategoris yaitu silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris

Ø  Silogisme kategoris tunggal: mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.

Ø  Silogisme kategoris majemuk: bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.

      Enthymema: silogisme yg dlm penalarannya tdk mengemukakan semua premis scr eksplisit.

      Polisilogisme: deretan silogisme dimana simpulan silogisme yg satu menjadi premis utk silogisme yg lainnya.

      Sorites: silogisme yg premisnya lebih dr dua.



KESESATAN PEMIKIRAN (FALLACIA)

      Pengertian dari Fallacia yaitu kesalahan pemikiran dalam logika, bukan kesalahan fakta, tapi kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.

      Kesesatan formal: pelanggaran terhadap kaidah logika

      Kesesatan informal: menyangkut kesesatan dalam bahasa.

      Amfiboli: sesat karena struktur kalimat bercabang.

      Kesesatan aksen/prosodi: sesat karena penekanan yang salah dalam pembicaraan.

      Kesesatan bentuk pembicaraan: sesat karena orang menyimpulkan kesamaan konstruksi juga berlaku bagi yang lain.

      Kesesatan aksiden: yang aksidental dikacaukan dengan hal yang hakiki.

      Kesesatan karena alasan yang salah: Konklusi ditarik dari premis yang tak relevan.


ETIKA DAN MORAL

      ETIKA berasal dari bahasa Yunani yaitu ETHOS yang memiliki arti kebiasaan.

      Nilai adalah sesuatu yang berguna bagi seseorang atau kelompok orang dan karena itu orang atau kelompok itu selalu berusaha untuk mencapainya karena pencapaiannya sangat memberi makna kepada diri serta seluruh hidupnya.

      Norma adalah aturan atau kaidah dan perilaku dan tindakan manusia.

      Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan terwujudnya dalam sikap dan pola perilaku hidup manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok

      Moral adalah Norma (biasanya dirumuskan   dalam bentuk perintah  dan larangan ) untuk menata sikap bathin dan perilaku lahiriah.

      Moral dibagi menjadi dua: Moral filosofis dan moral teologis.

Ø  Moral filosofis didasarkan pada penalaran akal budi dan pengamatan.

Ø  Moral teologis didasarkan pada wahyu atau kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas intansi agama

      Berdasar Kajian Ilmu:

Ø  Etika Normatif: mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada.

Ø  Etika Fenomenologis: mempelajari secara kritis dan metodis gejala-gejala moral.

      Etika Profesi adalah : Etika sosial yg menyangkut hubungan antar manusia dalam satu lingkup profesi dan masyarakat pengguna profesi tersebut. 


      PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :

Ø  Tanggung jawab

Ø  Keadilan.

Ø  Otonomi.



      Kode etik yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.



Sumber: Power point KBK Filsafat

By : Dian Margaret Saragih – (705140057)