Perkembangan
Kehidupan Sosial pada Remaja
Latar
Belakang
Remaja merupakan salah satu tahapan
pertumbuhan dan perkembangan dalam siklus kehidupan manusia. Masa remaja juga
merupakan masa transisi dari anak-anak ke masa dewasa. Periode ini dianggap sebagai
masa-masa yang sangat penting dalam kehidupan seseorang, khususnya dalam
pembentukan kepribadian seseorang. Remaja akan dihadapkan pada tugas-tugas
perkembangan yang harus dilalui sebagai persiapan memasuki tugas perkembangan
tahap berikutnya (Hurlock, 1999). Dalam masa peralihan ini terjadi
perubahan-perubahan yang sangat berarti dalam perkembangan manusia dimana
karena adanya perubahan tersebut, tentu saja akan menimbulkan berbagai macam
permasalahan yang dialami oleh remaja, baik secara fisik, psikis maupun sosial (Thornburg,
1982).
Pengertian
remaja
Pengertian
remaja menurut Mapiare, (1982) berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun
bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Rentang usia remaja
ini dapat di bagi dua bagian, yaitu usia 12/13 tahun sampai dengan 21/22 tahun
adalah remaja akhir.
Piaget (Hurlock, 1991) yang mengatakan bahwa secara psikologis, remaja adalah suatu usia di mana
individu menjadi terintegrasi ke dalam masyarakat dewasa, suatu usia di mana
anak tidak merasa bahwa dirinya berada di bawah tingkat orang yang lebih tua
melainkan merasa sama, atau paling tidak sejajar. Memasuki masyarakat dewasa
ini mengandung banyak aspek afektif, lebih atau kurang dari usia pubertas.
Pengertian hubungan sosial
Pengertian hubungan sosial menurut (Anna
Alisyahbana, dkk., 1984) hubungan sosial diartikan sebagai “cara-cara
individu bereaksi terhadap orang-orang di sekitarnya dan bagaimana pengaruh
hubungan itu terhadap dirinya”.
(Sunarto,
1998) berpendapat bahwa situasi kehidupan
dalam keluarga berupa pol asuh orang tua, pada umumnya masih dapat diperbaiki
oleh orang tua itu sendiri, tetapi situasi pergaulan dengan teman-teman
sebayanya cenderung sulit diperbaiki.
Perkembangan interaksi sosial remaja
(Thibaut & Kelley, 1979)
mendefinisikan interaksi sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain
ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu
sama lain, atau berkomunikasi satu sama lain.
(Chaplin,
1979) juga mendefinisikan bahwa interaksi
merupakan hubungan sosial antara beberapa individu yang bersifat alami yang
individu-individu itu saling mempengaruhi satu sama lain secara serempak.
(Homans & Shaw, 1985: 71) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika
suatu aktivitas atau sentimen yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu
lain diberi ganjaran (reward) atau
hukuman (punishment) dengan
menggunakan suatu aktivitas atau sentimen oleh individu lain yang menjadi
pasangannya.
Dalam
uraian diatas dapat, disimpulkan bahwa interaksi mengandung pengertian hubungan
timbal balik antara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat
di dalamnya memainkan peran secara aktif.
Jenis-jenis
interaksi menurut (Shaw, 1976, 100) terdapat 3 (tiga) jenis, yaitu: (a)
interaksi verbal, terjadi apabila dua orang atau lebih melakukan kontak satu
sama lain dengan menggunakan alat-alat artikulasi; (b) interaksi fisik, terjadi
manakala dua orang atau lebih melakukan kontak dengan menggunakan bahasa-bahasa
tubuh; (c) interaksi emosional, terjadi manakala individu melakukan kontak satu
sama lain dengan melakukan curahan perasaan.
Karakteristik umum perkembangan remaja meliputi 5 (lima)
aspek, yaitu: (a) kegelisahan yang di akibatkan karena remaja memiliki
angan-angan yang tinggi dengan kemampuannya yang masih belum memadai, (b)
pertentangan dikarenakan remaja yang berada pada situasi sedang mencari jati
diri antara ingin melepaskan diri dari orang tua dan perasaan yang masih belum
mampu untuk mandiri, (c) mengkhayal adalah keinginan untuk mencari kepuasan
atau menyalurkan khayalannya melalui dunia fantasi, (d) aktivitas kelompok
dilakukan untuk melakukan kegiatan secara berkelompok sehingga berbagai kendala
dapat di atasi bersama-sama, (e) keinginan mencoba sesuatu apa yang sering
dilakukan oleh orang dewasa.
Karakteristik perkembangan nilai, moral, dan sikap remaja
Karakteristik perkembangan nilai adalah
bahwa remaja sudah sangat merasakan pentingnya tata nilai dan mengembangkan
nilai-nilai baru yang sangat diperlukan sebagai pedoman, pegangan, atau
petunjuk dalam mencari jalannya sendiri untuk menumbuhkan indentitas diri
menuju kepribadian yang semakin matang (Sarwono, 1989).
Karakteristik perkembangan moral adalah
bahwa sesuai dengan tingkat perkembangan kognisi yang mulai mencapaitahapan
bepikir operasional formal, yaitu mulai mampu berfikir abstrak dan mampu
memecahkan masalah-masalah yang bersifat hipotesis maka pemikiran remaja
terhadap suatu permasalahan tidak lagi hanya terikat pada waktu, tempat dan situasi,
tetapi juga pada sumber moral yang menjadi dasar hidup mereka (Gunarsa, 1988).
Karakteristik perkembangan sikap adalah
perubahan sikap yang menentang nilai-nilai dasar hidup orang tua dan orang
dewasa (Gunarsa, 1988).
Karakteristik perkembangan sosial remaja meliputi 4
(empat) aspek, yaitu: (a) berkembangnya kesadaran akan kesunyian dan dorongan
akan pergaulan, (b) adanya upaya memilih nilai-nilai sosial, (c) meningkatnya
ketertarikan pada lawan jenis, (d) mulai cenderungan memilih karier tertentu.
Kesimpulan
Perkembangan
remaja adalah bahwa remaja merupakan peralihan dari masa anak menuju masa
dewasa sehingga seringkali manunjukkan sifat-sifat karakteristik, seperti
kegelisahan, kebingungan, karena terjadi suatu pertentangan, keinginan untuk
mengkhayal, dan aktivitas berkelompok. Hubungan sosial bermula dimulai dari
lingkungn rumah, kemudian berkembang lebih luas lagi ke lingkungan sekolah, dan
di lanjutkan kepada lingkungan yang lebih luas lagi yaitu tempat berkumpulnya
teman sebaya. Namun demikian, yang sering terjadi adalah bahwa hubungan sosial
anak dimulai dari rumah, dilanjutkan dengan teman sebaya, baru kemudian dengan
teman-teman sekolahnya.
Daftar
Pustaka
Ali, M., Asrori, M. (2014). Psikologi remaja perkembangan peserta didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Dariyo, A. (2003). Psikologi
perkembangan dewasa muda. Jakarta: Gramedia Widiasarana.
Gunarsa, S.D., Gunarsa, Y.S.D. (2004). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta:
Gunung Mulia.
Gunarsa, S.D. (2008). Dasar
dan teori perkembangan anak. Jakarta: Gunung Mulia.
Rumini, S., Sundari, S. (2004). Perkembangan anak dan remaja. Jakarta: Rineka Cipta.
Sarwono, Wirawan, S. (2006). Psikologi remaja. Jakarta: Raja Grafindo Persada.







